GAGASAN BARU MASA DEPAN DUSUN PATINIA
OLEH : NASRI HITIMALA
BETA BILANG RUANG MODAL UNTUK MASYARAKAT PATINIA.
Kampung patinia yang berada di teluk (WANEAPUTIA)
Dengan panorama alam yang sangat indah dengan teluk yang di hiasi pantai dan
pasir putih yang sangat sejuk, ini merupakan potensi alam.
Ini tentu membutukan kesadaran masyarakat patinia secara
rasional untuk mengelolah semua potensi ini. Beta Sebagai warga negara yang
sadar dan generasi yang di besarkan di tempat ini tentu memiliki tangung jawab
untuk menyampaikan kebenaran Dengan penuh kesadaran rasional, setelah BETA BACA Tulisan
“Rusman Buamona dan Meifita Handayani” dengan Judul PERAMPASAN RUANG HIDUP
Cerita Orang Halmahera.
BETA MENANGIS DAN MARAH BETA PUNYA DIRI
Kenapa beta lebih bayak tidur dari pada membaca dan lebih bayak
mendengar cerita pantong orang tua-tua dan kapata yang beta sendiri belum
menguji kebenaran secara ilmiah,
Alam sebagai sumber Modal yang baik.
Budaya sebagai alat pengelolaan.
Lembaga sebagai sistim yang melahirkan produk undang-undang
untuk mengator kehidupan sosial masyarakat.
Alam bukan milik kaum penguasa, lalu sewenang-wenangnya berbuat
sesuai dengan nafsunya. Begitu pulah budaya kita bukan pesta lalu kita
menikmati tanpa berfikir epek samping, melainkan budaya itu alat kerja yang
sesuai dengan perkembangan jaman. Dan lembaga itu sistim yang
melahirkan produk undang-undang sesuai dengan kebutuhan rakyat yang menempati
posisi ruang tertentu, dan keahliannya.
ASIK SUDAH ADA GAMBARAN UNTUK MEMBANGUN DUSUN PATINIA
DENGAN CARA CUKUP MUDA
Memilikih kesedaran secara utuh dari budaya cerita di
ruba menjadi budaya kerja dari budaya pesta ke budaya membaca, untuk
menghindari retaknya hubungan sosial, Kebutulan dusun Patinia memilikih pantai
yang sejuk dengan pasir putih yang indah serta menatap kearah laut memilikih
pulau yang terindah pulau yang berjejer dengan baik, ada pulau Marsegu dan
pulau buano. Menambah keindahan tatapan para pengunjung di tempat ini.
Menyiapkan pengelolaan Beberapa generasi berdiskusi untuk
membangun tempat ini yang pertama setelah: membaca dan bedah buku
( Bahaya Kapitalisme) ditulis oleh Ign.Gatut Saksono. Mengutip beberapa kata
dalam tulisan buku ini “rakyat rendah Rakyat di sini sudah wabah anti-Baca,
lebih suka menjadi penikmat, pendengar (radio) dan pemiras televisi yang siaran
dan tayangannya didominasi oleh iklan dan hiburan. Sebuah acara yang tidak
sehat, tidak mendidik dan mengajak orang menjadi kosumeris, pemalas, dan
manusia yang tidak kritis. Lanjutan diskusi terkait dengan pengelolaan tempat
ini Beta kutip istilah “Anthony Reid” Asia Tenggara
Dalam Kurung Niaga.1450-1680 Tanah di Bawah Angin. Membicarakan
manusia asia tenggara sebagai (Homo Lodens) masyarakat melakukan pesta-pesta
dan menggunakan waktu bayak untuk santai. Istilah dan penjelasan ini
tidak salah untuk itu kami Generasi patinia menyiapkan perpustakan Mini untuk
semua kunjungan ke wisata Patinia, Pertimbangannya kanapa kami lebih
memilih membangn perpustakaan …? Agar tahu hidup bernegara
yang baik tanpa membedahkan suku, ras, dan agama.
JIKA DI KELOLAH TEMPAT INI TIDAK DISERTAI PERENCANAAN YANG BAIK
Pasti melahirkan Efek samping yang cukup luar biasa bahkan
tingkat Moral Generasi hancur sampai-sampai kalau tidak di jaga Porstitusi
punterjadi seperti halnya
Ulasan “
PRAMOEDYA ANANTA TOER” Dalam bayak literatur.
Masyarakat patinia memilikih kreatifitas sudah bertahun-tahun
teruji secara ilmiah dari sektor Nelayan penangkapan ikan terbaik jika ini di
perhatikan dengan menejemen yang baik oleh pemerintah daerah kabupaten Seram
Bagian Barat ini merupakan potensi daerah yang sangat potensial, bahkan hasil
penangkapan masyarakat patinia di jual langsung ke pasar ambon sayangnya
IKAN Patinia tidak memilikih (KTP). Daerah yang lucu jika didiskusikan kerena
rakyat sibuk “LELEANI/BAKUMPUL ACARA Orang nika dan Sunatan
untuk makan-makan Terakhir dengan Pesta” sementara pemimpin bayak
membuat patung dan Gapura pintu gerbang kota Piru.
Tambahan juga beberapa ide yang
cukup berlian oleh seorang putri asal Pulau Buano sebut saja “Nining Amilla
Tuhuteru” Sebagai mahasiswa kesehatan jurusan keperawatan Poltekes
kemenkes Ambon. Lanjutan dia untuk menambah tingkat kunjungan di tempat yang
sejuk ini perlu, di tatah dengan baik dan di jaga kebersihan membutukan
kesadaran semua orang yang kunjung di tempat ini, sehingga tingkat
kenyamanan bisa melahirkan kesahatan buat pengunjungan ke
tempat ini karena “ Rakyat sehat Negara kuat” tegasnya.!!!
Riton Salasela Pemuda asal Teluk (Valentijn) nama teluk yang
perna berjaya di jaman kolonial belanda ini. Beliau mengutip Bapak penulis yang
cukup Revolusioner “TAN MALAKA” Lanjutan pemuda asal
pulau Buano Riton “Barang siapa yang menghendaki kemerdekaan buat umum, maka ia
harus sedia dan iklas untuk menderita kehilangan kemerdekaan dirinya
sendiri” karena berbuat baik buat orang bayak membutukan
tantangan kritik yang di hadapi dengan rasional.
Lanjutan Kadri Hitimala Pemuda asal patinia ini dia tegaskan
sebagai pemuda harus punya peran penting menjaga keamanan dari semua pihak dia
terinsfirasi dari catatan “Leonard Andaya” (Dalam buku Dunia Maluku
) cukup kita di jadikan sebagai pasukan pemukul untuk membela pasukan ternate
dan belanda lewat koalisi Buru, Ambalau,Manipa,Seram dan Buano. Di bawa
pimpinan Robohongi.
Ardiman Tuhuteru yang juga pemuda Patinia, Pemuda lebih berani
mengatakan jika hal itu salah, “TAN MALAKA Mau merdeka Siap masuk
Penjara dalam buku AKSI MASSA”


Komentar
Posting Komentar